Saturday, September 17, 2011

Belajarlah dari Ketegaran Sang Terumbu Karang, Bahkan Ketika Mati pun Masih Bermanfaat ^__^


Perjalanan hidup setiap orang itu berbeda, ada orang yang ketika lahir diiringi penuh dengan kebahagiaan dan hidup dengan nyaman, dan ada pula orang yang hidup diiringi dengan kesulitan dan penuh dengan tantangan. Namun apakah kita harus menyerah dan mengeluh dengan keadaan ??

Sahabat, setiap keadaan memiliki arti dan hikmah yang tersirat.  Jadi, kita tidaklah patut jika harus mengeluh berlebihan.   Memang, Allah telah menjelaskan bahwa manusia itu memiliki sifat keluh dan kesah sebagaimana firmannya : “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir” (QS. Maryam : 21).

Jadi, bukanlah hal yang asing apabila seorang insan mengeluh atas maslah-masalah yang sedang dialami.. Karena itulah sifat dasar manusia. Yang sangat disayangkan adalah apabila insan tersebut mengeluh dengan berlebih-lebihan. 

Mengeluh boleh saja,, akan tetapi harus diimbangi dengan keikhlasan dan kesabaran.. Setiap manusia pasti pernah merasakan sedih yang mendalam ketika ditimpa masalah,, dan setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatasi masalah tersebut,, (baca : unik).
Cara mengatasi masalahnya.. ada yang dengan cara dewasa,, kanak-kanak.. bahkan ada yang sampai bunuh diri. Ckckckck (parah banget yaa??:P)

Baik cara dewasa maupun cara kanak-kanak tidaklah masalah,, yang penting bisa menemukan jalan keluar.. Yang jadi masalah ini,, apabila menghadapi masalah sampai bunuh diri itu loh.. hmmm.. Seakan sudah tidak punya harapan untuk memperoleh kebaikan lagi di dunia..

Dan yang perlu kita yakini dalam hati bahwasanya Allah tidak pernah memberikan cobaan kepada suatu kaum melainkan sesuai dengan kesanggupannya.. dan tentu pula,, semakin tinggi tingkatan iman seorang hamba,, Allah akan mengujinya sesuai dengan tingkatannya., seperti ketika kita duduk di bangku sekolah,, ujian tingkat SMP, SMA dan PT,, berbeda bukan??

Simaklah firman Allah berikut ini :
Kutipan 1 :
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabut: 2)

Kutipan 2 :
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqoroh : 286)

Betapa sayangnya Allah kepada kita,, jika saja tidak ada masalah, ujian ataupun cobaan,, bisakah kita menjadi dewasa dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan ??


Dan.. pernahkah sahabat memperhatikan terumbu karang ?

Terpendam di dasar lautan,, terhempas ombak,,, mulai dari gelombang yang kecil hingga yang besar.. tetapi tetap saja berdiri tegak..  diantara berbagai biota laut.. terumbu karanglah yang paling kuat dengan berbagai perubahan..

Sesungguhnyalah, salah satu pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa meskipun dewasa ini menghadapi ancaman berat, Great Barrier Reef (baca : terumbu karang) tidak mudah menyerah. Bukankah selama ini pun sang terumbu karang dengan gagah perkasa sanggup melawan perubahan yang sangat ganas..?

Selain ketegarannya, terumbu karang pun sangat bermanfaat bagi biota laut lainnya, terumbu karang ini menjadi tempat penyedia makanan bagi penghuni lautan serta menjadi tempat perlindungan juga taman bawah air nan mempesona yang diminati oleh manusia, kalaupun coral ini kemudian mati maka kematiannyapun tidak sia – sia sebab ia masih menjadi tempat tinggal dan dasar bertumbuhnya terumbu karang yang baru. 

Dan dari sebuah karang yang kecil lemah dan sangat rapuh ini lambat laun menjadi sesuatu yang besar kokoh dan tegar yaitu sebuah pulau karang atau atol yang menjadi tempat bersinggahnya burung – burung bahkan tanaman pun dapat tumbuh diatasnya. Dan dalam situasi apapun terumbu karang ini menerima keadaan dan bahkan sanggup mengubah sesuatu yang sangat buruk sekalipun menjadi sangat indah, seperti ketika terumbu karang menghiasi bangkai kapal – kapal yang karam didasar lautan.

Begitulah.. sepenggal cerita dari ketegaran Sang karang.. 

Betapa banyak hikmah yang tersirat dalam berbagai ciptaan Allah..salah satunya pada terumbu karang ini,, Mengapa hikmah yang ada pada ciptaan Allah tersirat ??? (ayo tebak :P)

Karena Allah menginginkan hambaNya bertafakur (baca : berpikir), sehingga dengan berpikir itulah seorang hamba dapat memaknai betapa hebatnya ciptaan Allah,, dan tentunya kita paham bahwasanya tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia, tanpa ada hikmah yang melekatl.. Dan dengan berpikirnya kita betapa hebatnya ciptaan Allah, maka tentu saja kita akan berpikir bahwa penciptanya pasti Lebih hebat dari apa yang diciptakan.. Allah SWT. Allahu Akbar! ^__^

Sebagaimana firman Allah berikut ini :

Kutipan 1 :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk.” (QS. Fushilat (41): 53)

Kutipan 2 :
“Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyyat (51): 21)

Kutipan 3 :
Keutamaan tafakur disebutkan Allah dalam bentuk pujian, “...dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali Imran (3): 191)

Dan juga dalam hadits nabi..
Ibn ‘Abbas berkata kepaa suatu kaum, “Janganlah kamu memikirkan tentang Allah SWT.” Maka Nabi SAW bersabda, “Berpikirlah tentang penciptaan Allah, tetapi jangan kamu berpikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu mengukur-Nya,”

Semoga tulisan ini bermanfaaat..

Mohon maaf jika banyak kekurangan.. ^_^

by : Ayiears Mokoginta

No comments:

Post a Comment