Saturday, September 17, 2011

Belajarlah dari Ketegaran Sang Terumbu Karang, Bahkan Ketika Mati pun Masih Bermanfaat ^__^


Perjalanan hidup setiap orang itu berbeda, ada orang yang ketika lahir diiringi penuh dengan kebahagiaan dan hidup dengan nyaman, dan ada pula orang yang hidup diiringi dengan kesulitan dan penuh dengan tantangan. Namun apakah kita harus menyerah dan mengeluh dengan keadaan ??

Sahabat, setiap keadaan memiliki arti dan hikmah yang tersirat.  Jadi, kita tidaklah patut jika harus mengeluh berlebihan.   Memang, Allah telah menjelaskan bahwa manusia itu memiliki sifat keluh dan kesah sebagaimana firmannya : “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir” (QS. Maryam : 21).

Jadi, bukanlah hal yang asing apabila seorang insan mengeluh atas maslah-masalah yang sedang dialami.. Karena itulah sifat dasar manusia. Yang sangat disayangkan adalah apabila insan tersebut mengeluh dengan berlebih-lebihan. 

Mengeluh boleh saja,, akan tetapi harus diimbangi dengan keikhlasan dan kesabaran.. Setiap manusia pasti pernah merasakan sedih yang mendalam ketika ditimpa masalah,, dan setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatasi masalah tersebut,, (baca : unik).
Cara mengatasi masalahnya.. ada yang dengan cara dewasa,, kanak-kanak.. bahkan ada yang sampai bunuh diri. Ckckckck (parah banget yaa??:P)

Baik cara dewasa maupun cara kanak-kanak tidaklah masalah,, yang penting bisa menemukan jalan keluar.. Yang jadi masalah ini,, apabila menghadapi masalah sampai bunuh diri itu loh.. hmmm.. Seakan sudah tidak punya harapan untuk memperoleh kebaikan lagi di dunia..

Dan yang perlu kita yakini dalam hati bahwasanya Allah tidak pernah memberikan cobaan kepada suatu kaum melainkan sesuai dengan kesanggupannya.. dan tentu pula,, semakin tinggi tingkatan iman seorang hamba,, Allah akan mengujinya sesuai dengan tingkatannya., seperti ketika kita duduk di bangku sekolah,, ujian tingkat SMP, SMA dan PT,, berbeda bukan??

Simaklah firman Allah berikut ini :
Kutipan 1 :
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabut: 2)

Kutipan 2 :
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqoroh : 286)

Betapa sayangnya Allah kepada kita,, jika saja tidak ada masalah, ujian ataupun cobaan,, bisakah kita menjadi dewasa dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan ??


Dan.. pernahkah sahabat memperhatikan terumbu karang ?

Terpendam di dasar lautan,, terhempas ombak,,, mulai dari gelombang yang kecil hingga yang besar.. tetapi tetap saja berdiri tegak..  diantara berbagai biota laut.. terumbu karanglah yang paling kuat dengan berbagai perubahan..

Sesungguhnyalah, salah satu pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa meskipun dewasa ini menghadapi ancaman berat, Great Barrier Reef (baca : terumbu karang) tidak mudah menyerah. Bukankah selama ini pun sang terumbu karang dengan gagah perkasa sanggup melawan perubahan yang sangat ganas..?

Selain ketegarannya, terumbu karang pun sangat bermanfaat bagi biota laut lainnya, terumbu karang ini menjadi tempat penyedia makanan bagi penghuni lautan serta menjadi tempat perlindungan juga taman bawah air nan mempesona yang diminati oleh manusia, kalaupun coral ini kemudian mati maka kematiannyapun tidak sia – sia sebab ia masih menjadi tempat tinggal dan dasar bertumbuhnya terumbu karang yang baru. 

Dan dari sebuah karang yang kecil lemah dan sangat rapuh ini lambat laun menjadi sesuatu yang besar kokoh dan tegar yaitu sebuah pulau karang atau atol yang menjadi tempat bersinggahnya burung – burung bahkan tanaman pun dapat tumbuh diatasnya. Dan dalam situasi apapun terumbu karang ini menerima keadaan dan bahkan sanggup mengubah sesuatu yang sangat buruk sekalipun menjadi sangat indah, seperti ketika terumbu karang menghiasi bangkai kapal – kapal yang karam didasar lautan.

Begitulah.. sepenggal cerita dari ketegaran Sang karang.. 

Betapa banyak hikmah yang tersirat dalam berbagai ciptaan Allah..salah satunya pada terumbu karang ini,, Mengapa hikmah yang ada pada ciptaan Allah tersirat ??? (ayo tebak :P)

Karena Allah menginginkan hambaNya bertafakur (baca : berpikir), sehingga dengan berpikir itulah seorang hamba dapat memaknai betapa hebatnya ciptaan Allah,, dan tentunya kita paham bahwasanya tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia, tanpa ada hikmah yang melekatl.. Dan dengan berpikirnya kita betapa hebatnya ciptaan Allah, maka tentu saja kita akan berpikir bahwa penciptanya pasti Lebih hebat dari apa yang diciptakan.. Allah SWT. Allahu Akbar! ^__^

Sebagaimana firman Allah berikut ini :

Kutipan 1 :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk.” (QS. Fushilat (41): 53)

Kutipan 2 :
“Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyyat (51): 21)

Kutipan 3 :
Keutamaan tafakur disebutkan Allah dalam bentuk pujian, “...dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali Imran (3): 191)

Dan juga dalam hadits nabi..
Ibn ‘Abbas berkata kepaa suatu kaum, “Janganlah kamu memikirkan tentang Allah SWT.” Maka Nabi SAW bersabda, “Berpikirlah tentang penciptaan Allah, tetapi jangan kamu berpikir tentang Allah, karena kamu tidak akan mampu mengukur-Nya,”

Semoga tulisan ini bermanfaaat..

Mohon maaf jika banyak kekurangan.. ^_^

by : Ayiears Mokoginta

Saturday, August 20, 2011

Resensi dari sebuah Buku Berjudul ... "Khadijah.. The True Love Story Of Muhammad SAW"..

“ Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang wanita sebesar rasa cemburuku pada Khadijah. Aku tidak pernah melihatnya, tetapi Rasulullah sering menyebut namanya. Pernah beliau menyembelih seekor kambing kemudian memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkan kepada sahabat-sahabat Khadijah.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Baghawi).

Hadits ini cukup menjadi bukti indah perjalanan cinta Rasulullah dengan Siti Khadijah. Bahkan ketika Khadijah telah tiada, beliau sering menyebut namanya, dan masih tersimpan di relung sanubarinya. Inilah yang menghantarkan saya menuntaskan halaman demi halaman dari buku ini.

 Khadijah binti Khuwalid ibnu Asad ibnu Abdil Uzza ibnu Qushai  namanya, seorang saudagar sukses suku Quraisy yang selalu menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam menjalani usahanya. Ia memiliki otak yang cerdas dan perilaku yang mulia. Khadijah juga orang yang memiliki garis keturunan paling terhormat di suku Quraisy. Dahulu, sebelum Islam datang Khadijah diberi gelar “wanita yang suci” (ath-thahirah) dan (sayyidatul Quraisy). Saat itu setelah suaminya pertama meninggal, banyak lelaki yang coba meminangnya tetapi tidak ia hiraukan. Sampai suatu saat dia melabuhkan hatinya kepada seorang pemuda yang terkenal kejujurannya Muhammad ibnu Abdillah.  Setelah datangnya Islam kita mengenalnya dengan sebutan Ummul Mu’minin.

Muhammad ibnu Abdillah seorang pemuda cerdas, santun, berpenampilan sempurna, dan berakhlak mulia. Ia terkenal jujur dan pandai membawa diri di tengah rekan-rekan sebayanya yang sibuk berfoya-foya. Karena kejujurannya itulah dia digelari “al-amin”.  Kejujurannya diuji ketika membawa kafilah milik Khadijah ke negeri Syam. Ini adalah pilihan beresiko, Khadijah hanya mengandalkan naluri dan firasatnya yang jarang salah. Meskipun  saat itu Muhammad masih hijau untuk urusan perdagangan, namun dia berhasil membuktikan bahwa ada bakat seorang pengusaha yang tertanam dalam dirinya.  Muhammad meraup keuntungan besar dalam ekspedisi ke Syam. Barang-barang habis terjual, laba yang dihasilkan pun luar biasa. Kepada Khadijah dia melaporkan semua hal yang dialaminya dalam perjalanan. Betapa gembira hati Khadijah saat mendengar laporan keberhasilan Muhammad.

Tak bisa dipungkiri keelokan pribadi Muhammad membuat Khadijah tertarik. Ekspedisi dagang ke Syam pun menjadi awal tumbuh  rasa di hati Khadiiah. Ditambah lagi gelar “al-amin” Muhammad yang beredar di saentro kota Mekah bukan merupakan isapan jempol semata. Dari cerita tentang Muhammad yang dia peroleh dari Maysarah pengawal yang ditugasi Khadijah untuk membantu Muhammad makin membuat dirinya gamang. Perasaan apa yang sebenarnya muncul dalam hatinya? Mengapa ia kagum ketika melihat Muhammad memasuki kota Mekah dengan untanya? Tidak salahkah penglihatannya ketika melihat dua malaikat menaungi Muhammad?  Bagaimana ia harus menyikapi cerita-cerita aneh yang dikabarkan oleh Maysarah?.

Ketika Khadijah tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaanya itu, saat itulah ia menemui saudaranya Waraqah ibnu Naufal. Waraqah adalah seorang pengikut Nasrani sejak muda. Ia tidak menyembah berhala dan mempelajai kitab-kitab suci terdahulu. Dari Waraqah Khadijah mengetahui kelak dari keturunan Ismail inilah Allah akan mengutus seorang rasul terakhir, nabi dari bangsa ini dan sekaranglah saat  kemunculannya. Secara pribadi apa sebenarnya yang menghubungkan dirinya dengan Muhammad. Rasa hormat dan cinta Khadijah kepada Muhammad tumbuh perlahan-lahan hingga akhirnya mencengkram hati dan perasaan. Apakah ini juga bagian dari takdir tuhan? Ataukah Tuhan menghendaki dirinya terlibat dalam  rencana besar-Nya bagi manusia.

Khadijah masih tetap dalam keraguannya. Pantaskah ia menikah dengan Muhammad? Dalam tradisi bangsa Arab perempuan hanya boleh menunggu pinangan laki-laki. Tapi dia sadar bahwa dirinya sudah bukan perawan muda. Sudah berapa banyak dia mempekerjakan laki-laki untuk mengurusi bisnisnya. Apa salahnya jika dia memilih Muhammad sekali lagi untuk menjadi pendampingnya?. Tibalah waktu Khadijah meminang Muhammad. Tiba-tiba muncul pertanyaaan baru dalam benaknya yang harus dijawab: siapa yang dapat menjamin bahwa Muhammad akan menerima pinangannya?. Muhamad adalah seorang pemuda, lebih berhak memilih wanita sebayanya  untuk dijadikan pendamping hidupnya. Untuk melancarkan siasat ini Khadijah mengutus Nafisah binti Umayyah yang masih kerabat dekat Muhammad. Nafisah mendatangi Muhammad dan kemudian menjelaskan tentang betapa penting arti pernikahan.  Muhammad terkejut dengan keterangan Nafisah bahwa orang yang ingin melamarnya adalah Khadijah. Berbagai alasan Muhammad sampaikan bahwa dirinya hanyalah orang miskin, bagaimana ia membayar mahar Khadijah kelak ? Nafisah menjawab, “aku yang akan menguruskannya”.

Proses diplomasi awal yang dilakukan Nafisah berbuah manis. Tidak hanya penting bagi Khadijah, tapi juga bagi sejarah manusia secara umum. Setelah itu Khadijah mengundang Muhammad ke rumahnya. Disana dengan berani Khadijah mengungkapkan secara langsung pinanganya. Khadijah memperlihatkan bahwa wanita mampu menangani urusan-urusannya sendiri, berhak melakukan apa pun demi kebahagiaan, serta boleh menerima siapa pun yang pantas menjadi tamunya. Perhatikan ucapan Khadijah  kepada Muhammad berikut ini.

“wahai anak pamanku, aku berhasrat untuk menikah denganmu atas asas kekerabatan, kedudukanmu yang mulia, akhlakmu yang baik, integritas moralmu, dan kejujuran perkataanmu.”

Muhammad pun menerimanya. Hari pernikahan yang ditunggu pun datang. Muhammad didampingi oleh bani Hasyim yang dipimpin oleh Abu Talib dan Hamzah. Sedangkan Khadijah didampingi oleh bani Asad yang dipimpin oleh Amr ibnu Asad. Pernikahan itu dilaksanakan setelah 2 bullan 15 hari kembalinya Muhammad dari Syam. Mahar yang diberikan kepada Khadijah adalah 20 ekor unta. Usia Muhammad saat itu adalah 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Perbedaan usia tidak mampu menghalangi cinta yang dianugerahkan Allah kepada mereka berdua.

Muhammad dan Khadijah menikmati hidup rumah tangga yang bahagia. Mereka adalah pasangan yang saling melengkapi. Muhammad adalah pemuda yang tengah berada di puncak kekuatan fisiknya, mengambil alih semua urusan ekonomi yang melelahkan. Khadijah mengimbanginya dengan cinta dan kasih sayang. Sampai tibalah satu saat dimana Muhammad selepas menerima wahyu pertama dari Allah melalui malaikat Jibril. Ia dalam ketakutan, wajahnya tegang, tubuhnya bergetar. Ia berseru, “Selimuti aku! Selimuti aku!.” Khadijah langsung mendekapnya dengan lembut sehingga sebagian rasa takut Muhammad berkurang, dalam keadaan seperti itu ia mengutarakan bahwa apa yang terjadi saat ini semacam ilusi yang biasa dialami oleh para penyair atau tanda-tanda awal kegilaan. Pada saat turun wahyu seperti ini Khadijah sering menenangkan Muhammad dan meyakinkannya bahwa engkau adalah utusan Allah untuk umat ini. Tidak cukup dengan itu, Khadijah sekali lagi berkata, “ Ya engkau adalah utusan Allah. Aku bersumpah demi ayah dan ibuku, aku memercayaimu. Aku beriman kepada Allah dan kepadamu sebagai Rasul-Nya”.

 Mendengar perkataan istrinya, Muhammad terlepas dari beban berat yang ditanggungnya. Ia memandang istrinya dengan penuh cinta kasih. Muhammad merasa kekuatannya pulih kembali. Begitulah, Khadijah menjadi orang pertama yang beriman kepada Muhammad Rasulullah. Semenjak itu, Khadijah selalu berada di sampingnya, mendampinginya dalam setiap suka dan duka serta menanggung segenap kesulitan bersamanya. Ketika Khadijah  meninggal, sering Rasulullah menyebut-nyebut namanya, kebaikannya, dan darinya ia mendapatkan keturunan. Salah satu contoh gamblang betapa berarti Khadijah di hati Rasulullah adalah sebuah peristiwa di tahun 8 Hijriah, 11 tahun setelah wafatnya Ummul Mu’minin.  Rasulullah menjadikan Hujun tempat dimakamnya Khadijah sebagai pusat komando dan pengawasan pasukan Islam pada pembebasan Mekah.

Buku “Khadijah, The True Love Story of Muhammad Saw”, pada dasarnya hanyalah  bentuk presentasi ulang dari kitab-kitab sirah nabawiyah yang sudah ada. Tulisan lebih terfokus pada romantika cinta baginda Rasul dengan Siti Khadijah. Kisah cinta yang tak ada bandingan, tapi juga tak membosankan untuk diulang-ulang. Tidak ada hal baru dalam buku ini, namun cara penyajiannya cukup membuat orang  tertarik membacanya.

Buku dalam balutan cover dengan corak warna cerah ini sengaja diperuntukkan untuk  wanita muslimah. Di tengah era kemoderenan sulit untuk mencari Khadijah Khadijah baru. Sosok yang mampu menjadi penopang dakwah para kaum lelaki. Ingat "dibalik setiap kesuksesan pahlawan besar pasti tak lepas dari wanita agung disisinya".

Selamat membaca !!!
moga bermanfaat.. ya kawan-kawan.. Khususnya bagi yang ingin membeli buku inii... ^__^

Wednesday, July 27, 2011

Tidak Diratifikasinya Framework Convention on Tabacco Control (FCTC) Sama Dengan Membunuh Rakyat Indonesia Secara Perlahan

” Kesehatan bukanlah segalanya, tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak berarti apa-apa”. Kita pasti pernah mendengar istilah itu bahkan mungkin sering. Kesehatan sangatlah mahal harganya, bahkan ketika sakit pun, seseorang harus mengeluarkan puluhan juta uang, hanya untuk menyembuhkan sakit tersebut. Mungkin bagi orang-orang kaya, tidak masalah mengeluarkan uang sebanyak itu, ratusan juta pun tak apa, yang penting sembuh dari sakit.  Nah, bagaimana jika penyakit itu timbul pada orang-orang miskin, yang tidak memiliki uang, jangankan ratusan juta, sepeser pun kadang tak mampu untuk dikeluarkan ? Bagaimanakah nasib mereka ??

Kesehatan merupakan salah satu permasalahan yang sangat kompleks dalam dunia modern, salah satunya bagi negara Indonesia.
Indonesia merupakan negara yang memiliki laboratorium penyakit. Hal itu dikarenakan, para ilmuwan luar negeri, kerap kali melakukan penelitian tentang berbagai macam penyakit di Indonesia, baik itu menyangkut penyakit fisik (dari penyakit ringan hingga paling berbahaya), mental, sosial maupun ekonomi semuanya ada di Indonesia.

Undang-Undang Kesehatan No.23 Tahun 1992 memberikan batasan : kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.
Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks. Usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.

Menurut Blum (1974), status kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan (hereditas). Dari keempat faktor tersebut, perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat.

Perilaku tidak sehat (kebiasaan buruk) masyarakat Indonesia tidak hanya disebabkan oleh minimnya pengetahuan kesehatan yang mereka miliki melainkan juga dikarenakan terdapat faktor lain yang mempengaruhi kebiasaan hidup mereka, yaitu media massa. Peran media massa sangatlah berpengaruh, gaya hidup tidak sehat (bad life style), yang dimana masyarakat belum mengerti dan paham bahwa hal itu merupakan perilaku buruk, sehingga baik disengaja maupun tidak disengaja mereka pun meniru, gaya hidup tidak sehat tersebut, salah satunya adalah merokok.

Aktivitas merokok, tidak hanya merusak kesehatan fisik, mental, sosial melainkan juga ekonomi. Ditambah lagi dengan banyaknya timbul gangguan kesehatan yang dtimbulkan karena merokok, seperti kanker paru, kanker mulut, kanker payudara, impoten, gangguan pada janin, dan sebagainya. Maka, rokok merupakan salah satu faktor resiko yang harus dihindarkan dari masyarakat. Merokok juga tidak hanya membahayakan bagi perokok aktif, melainkan juga perokok pasif. Sehingga, perlahan demi perlahan semua masyarakat Indonesia akan sakit, sehingga tujuan mulia tenaga kesehatan pun, yaitu mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya tidak dapat tercapai.

Tembakau adalah faktor resiko dari 6 diantara 8 penyakit penyebab kematian utama di dunia. (WHO, 2005).
Tahun 2005, kematian dini akibat merokok di dunia berjumlah 5 juta orang per tahun. WHO memperkirakan pada tahun 2030 akan terjadi 10 juta kematian akibat rokok setahun, dimana 70% nya terdapat di negara berkembang, yang saat ini sudah mencapai 50%. (WHO, 2002)

Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia melindungi bangsanya terhadap bahaya rokok, yang dapat mengakibatkan kematian secara sia-sia bagi bangsa ini. Yang dimana seharusnya dana negara yang digunakan untuk menanggulangi berbagai penyakit yang ditimbulkan akibat merokok, dapat digunakan untuk memperbaiki gizi balita di Indonesia ini yang masih banyak balita yang mengalami kurang gizi bahkan gizi buruk akibat dari kebiasaan orang tua yang gemar merokok.

Hal ini sesuai dengan cita-cita mulia bangsa Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang 1945 yaitu : melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. (UUD 1945)

Framework Convention on Tabacco Control (FCTC) adalah salah satu bentuk kepeduliaan dan perlindungan dunia terhadap masalah yang ditimbulkan oleh rokok. FCTC merupakan suatu instrumen hukum Internasional tentang pengendalian tembakau. Dalam penyusunan FCTC ini diikuti oleh 168 negara, Indonesia merupakan salah satu dari negara-negara tersebut. FCTC dibuat, dikarenakan permasalah nakibat tembakau ini sudah merupakan epidemi global, yang bukan menjangkit suatu negara saja, tetapi seluruh dunia.

Tujuan dari FCTC ini adalah Melindungi generasi sekarang dan mendatang dari kerusakan kesehatan, sosial, lingkungan dan ekonomi akibat konsumsi tembakau dan paparan asap tembakau dengan memberikan Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau untuk mengurangi prevalensi penggunaan tembakau dan paparan asap tembakau .

Pada tanggal 21 Mei 2003 sampai dengan 29 Juni 2004: merupakan proses penandatanganan FCTC (168 negara tanda-tangan - bisa meratifikasi), kecuali Indonesia.
Indonesia belum berani meratifikasi atau mengesahkan FCTC tersebut. Alasannya adalah dengan diratifikasi FCTC tersebut sama saja menon-aktifkan Industri rokok yang dimana menurut mereka, industri rokok merupakan salah satu penyumbang pendapatan negara yang sangat besar.

Selain itu, alasannya adalah dikarenakan Indonesia telah menyusun road-map produksi rokok bersama pemilik pabrik rokok. Akan tetapi pemerintah lupa bahwa dalam menyusun roadmap ini hanya pihak produsen yang dilibatkan, sementara konsumen tidak terwakili. Road-map ini menargetkan untuk memperbesar produksi rokok menjadi 265 milyar batang pada tahun 2015. Baru nanti sesudah tahun 2015, aspek kesehatan masyarakat baru diperhatikan.

Peningkatan jumlah produksi ini tentunya harus diiringi jumlah produsen yang terus meningkat, pemerintah menghendaki agar lebih banyak lagi jumlah perokok di Indonesia, dan targetnya adalah anak-anak dan remaja.

Dengan tidak diratifikasinya FCTC, sama saja pemerintah Indonesia membunuh rakyat Indonesia secara perlahan dengan mendukung iklan dan promosi rokok menyebar luas ke seantero Indonesia. Dan yang paling berpengaruh adalah para anak-anak atau remaja, yang dimana mereka juga merupakan target utama Industri rokok. Mengapa demikian ?

” Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok karena mayoritas perokok memulai merokok ketika remaja. Pola merokok remaja sangatlah penting bagi Philip Morris” (Laporan peneliti Myron E. Johnson ke Wakil Presiden Riset dan pengembangan Philip Morris).

Philip Morris adalah perusahaan rokok multinasional yang mengakui sisi saham perusahaan rokok H.M Sampoerna. Keleluasaan industri rokok mengiklankan dan mempromosikan produknya melalui iklan luar ruang, elektronik dean media cetak serta sponsor kegiatan sudah memasuki seluruh sendi kehidupan masyarakat bahkan dunia polos anak dan remaja.
Remaja merupakan generasi penerus bangsa di masa depan. Jika remaja hari ini sudah mencandu rokok, maka mereka akan terus menerus merokok, karena adanya zat adiktif dalam rokok yang menimbulkan ketagihan bagi perokoknya.

Perilaku merokok remaja ini disebabkan oleh beredarnya promosi dan iklan rokok secara bebas di lingkungan masyarakat. Konsumen yang terdiri dari anak-anak, remaja dan orang tua merupakan target-target industri rokok. Promosi dan iklan rokok ini sangat berpengaruh sekali pada konsumen terutama bagi anak-anak, yang ada keinginan untuk coba-coba sehingga mereka pun tanpa sengaja telah menjadi perokok aktif.
Badan POM mencatat 14.249 iklan rokok tersebar di media elektronik, luar ruang dan cetak (evaluasi pengawasan iklan rokok, tahun 2006 BPOM), sementara itu Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat ada 1530 industri rokok, Komnas Anak 2007). Temuan di lapangan membuktikan bahwa iklan, promosi dan kegiatan yang disponsori rokok menjadikan anak dan remaja sebagai sasaran utama.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, sudah seharusnya pemerintah Indonesia mengambil tindakan nyata dengan ikut meratifikasi Framework Convention on Tabacco Control (FCTC) dan segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengendalian Tembakau sebagai bentuk tindak lanjutnya. Penandatanganan FCTC bukan berarti mematikan produktivitas industri rokok, melainkan ikut berperan serta dalam pengendalian tembakau dan pelarangan iklan dan promosi rokok secara menyeluruh demi kesehatan generasi penerus bangsa. Larangan menyeluruh iklan, promosi dan sponsor rokok terbukti efektif dalam menurunkan prevalensi merokok dan mencegah anak-anak menjadi perokok pemula.

Negara-negara yang telah ikut menandatangani atau meratifikasi FCTC terbukti tidak menyebabkan industri rokok di negara mereka gulung tikar. Bahkan mereka pun telah memberikan peringatan berupa gambar di bungkus rokok, sehingga membuat para perokok merasa enggan dan tidak berani untuk mencoba merokok, karena dampaknya terlihat langsung dalam bentuk gambar.

Sudah saatnya pemerintah Indonesia terketuk pintu hatinya untuk ikut serta dalam peratifikasian Framework Convention on Tabacco Control (FCTC) demi mencapai kesejahteraan negara Indonesia. Sekali lagi, indikator kesejahteraan suatu negara bukan dilihat dari aspek ekonomi saja, yaitu besarnya pendapatan yang diterima oleh suatu negara, melainkan dari kondisi kesehatan, itu lebih utama.

Tulisan ini dibuat atas dasar rasa cinta kepada rakyat Indonesia terutama pada calon-calon generasi penerus bangsa.. sebagai korban industri rokok…. lihatlah,,, di sekeliling kita.. anak-anak kecil yang merokok.. yang seringkali dianggap biasa oleh orangtuanya… tidak sedihkah kita,, melihat itu semua?? ??? itu semua bermula dari melihat iklan,, mencontoh sekililing, mencobaa dan akhirnya kecanduan merokok akibat zat adiktif yang ditimbulkan oleh rokok….bagaimanakah nasib generasi penerus bangsa kita ke depan…? jika generasi muda terus dicekoki oleh rokok…??? masya Allah… sudah saatnya kita merubah bangsa ini.. mulai dari diri kita… kemudian hal terkecil dan sekarang juga…!

tetap berjuang untuk Indonesia Sehat… !! :-)

Monday, May 23, 2011

7 Jawaban bagi Mereka Yang Ingin Kaya dan Jangan Pernah Melupakan Sedekah





Beberapa bulan yang lalu Saya telah membaca buku “The Richest man in Babylon” karya George S. Clason. Meskipun buku ini sudah lama diterbitkan namun tidak mengurangi isi dan ilmu yang terkandung didalam. Buku ini berisikan mutiara-mutiara berharga bekal kehidupan di masa depan. Yaitu tentang bagaimana cara mengolah pundi-pundi emas kita. Kita bisa belajar dari Banshir dan temannya Kobbi bagaimana mereka dengan kekuatan tekad, semangat, motivasi untuk mengubah garis tangan mereka, mengubah kemiskinan yang menderakan hidup merka, merka adalah orang-orang seperti kita. Orang-orang kaum bawah yang memiliki impian setinggi bintang yang menggantung dilangit. Apakah sekeras itukah kehidupan di dunia? Orang-orang Babylon yang saay itu semakin hidup dalam kekayaan, Si kaya semakin bertambah pundi-pundi emasnya sedangkan Si miskin tetap dalam keaadaanya. Tapi saya kagum diantara tulisan-tulisan itu adalah kebijaksanaan Si Arkad, dia adalah seorang yang sangat kaya di Babylon zaman itu. Bahkan Sang Raja  meminta dengan hormat untuk mengajarkan, menularkan cahaya ilmu yang dia miliki kepada 100 orang terpilih tentang bagaimana menggemukan pundi-pundi emas kita.

Ada Tujuh tips yang diajarkan Arkad kepada seratus orang tadi guna menggemukan kantong-kantong emas mereka, dan bukan hanya untuk mereka tapi untuk kita semua yang membutuhkan ilmunya.

Pertama, Mulailah menggemukan pundi-pundi kosong.

Bagaimana cara menggemukannya?  itu pertanyaan yang selalu hadir. Beruntunglah bagi mereka yang memiliki keistimewaan, dengan keahlian bisa menghasilkan pendapatan, memiliki pekerjaan  tetap yang akan menjamin hidup mereka dihari depan. Dari setiap keahlian yang mereka miliki, pekerjaan yang mereka lakoni dan hasil yang mereka dapatkan, jangan lupa untuk menyisihkan sepersepuluh dari pendapatan. Begitulah langkah Al-gamish(guru Arkad) mengajari Arkad. Bayangkan jika dari sepersepuluh ini kita tabung selama setahun atau jangka waktu  lama. Bisa berlipat ganda pundi-pundi milik kita.


Kedua, Kendalikan pengeluaranmu.

Keinginan, kebutuhan, hajat hidup, tidak akan terpenuhi secara utuh. Karena itu sifat asli manusia. Ketika kita miskin kita akan menyesuaikan dengan pendapatan dan kebutuhan kita. Begitupula ketika kita jadi kaya raya, semuanya disesuaikan dengan kondisi kita saat itu. Pengeluaran bisa lebih besar dari pendapatan. Manusia tidak akan pernah puas kecuali lubang tenggorokannya diisi dengan tanah. Seperti dalam hadits Rasulullah. Orang yang bijaksana adalah orang yang bisa menahan, mengendalikan pengeluarannya. Dengan kita berusaha sabar menyisihkan sepersepuluh dari pendapatan kita, tidak tergoda dengan kenikmatan dunia. Yakinlah suatu saat impian itu akan terwujud. Bukankah kita masih punya 9/10 buat menghidupi diri kita(kalo tidak punya Istri dan anak), atau 2/10 dari 9/10 buat melunasi hutang-hutang kita kepada orang lain.

Ketiga, Lipat gandakan emas kalian

Masih ingat dengan sepersepuluh yang kita tabung? itu bukan harta yang tidak bisa digerakan. Kita tidak sadar dari situlah kita akan memulai segalanya. Sepersepuluh itulah yang akan membuat impian kita menjadi orang kaya bisa terkabul. Kita akan memulai menggerakkan simpanan kita tadi denga melakukan investasi-investasi penting yang akan mendukung supaya pundi-pundi emas kita terus bertambah, “Kekayaan seseorang tidak terletak pada banyaknya uang dalam tabungannya, tetapi pada pemasukan yang ia bangun.”

Keempat, Jaga harta kalian biar tidak lenyap

Jangan pernah tergiur dengan sesuatu yang instan, investasi-investasi yang merugikan, pahami betul jalan-jalan kesuksesan. Semua butuh proses tidak ada yang langsung sukses. Bagaikan pohon hari ini di tanam besok langsung berbuah. Mustahil,,, Jangan pernah salah melangkah menginvestasikan harta. Kalu kita tidak memahami, mengetahui bahaya-bahaya yang akan terjadi lebih baik jangan. Tahan sampai kita benar-benar menguasai ilmunya, sampai kemungkinan gagal 0.01 %. Ada baiknya konsultasikan dulu dengan para ahlinya, jika kita ingin menginvestasikan harta kita buat perdagangan maka bekerja samalah dengan orang-orang yang ahli berdagang dan bukan kuli bangunan. Betul tidak,,,? Hehehe. Kenapa seperti ini? Jangan seperti Arkad ketika dia telah berhasil mengumpulkan simpananya selama setahun, dia menginvestasikan emasnya kepada orang yang bukan ahlinya. Akibatnya, harta itu lenyap. Tapi itulah pelajaran sehingga ditahun kedua dan tahun berikutnya dia berhasil sukses dengan investasinya. Sungguh benar perkataan Allah dalam Al-qur’an, “ Fas’alu Ahla adzikri in kuntum la ta’lamuun”(Q.S An-Nahl: 43) maka bertanyalah kepada Orang-orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.

Kelima, Jadikan tempat tinggalmu investasi yang menguntungkan.

Setelah sukses memiliki rumah besar, tanah banyak, kebun puluhan, hewan ternak, kendaraan mewah. Jangan pernah biarkan hartamu diam, jadikan segala apa yang kita miliki memberikan penghasilan tambahan buat kita. Misalkan dari tanah kosong kita jadikan gedung-gedung sewaan. Kebun-kebun jadikan taman yang indah, buat peternakan, rental mobil dan sebagainya.

Keenam, Buatlah pendapatan dimasa depan terjamin

Kehidupan bukan untuk kita seorang, masih ada anak cucu kita sebagai estafet perjuangan. Bersyukurlah dengan apa yang kita dapat sekarang dan tetap memikirkan masa depan. Ketika kita sudah tua kita bisa menikmati jerih payah kita berpuluh-puluh tahun lalu. Dan ketika kita tiada orang-orang yang kita tinggalkan tidak dalam keadaan sengsara dan minta-minta.  

Ketujuh, Tingkatkan kemampuan memperoleh pendapatan.

Semakin kita tahu kemampuan kita, semakin kita mengenal potensi dalam diri kita, semakin sering kita melatih keahlian kita maka semakin besar pula kesuksesan akan menghampiri kita. Perubahan itu harus jangan jadi orang yang statatis. Ketika ada peluang manfaatkan, ketika kita melakukan kesalahan itu wajar. Introspeksi, ketahui penyebabnya, berani belajar dari kesalahan. jangan pernah bosan berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Apa yang tidak ada dalam diri kita, ada pada diri orang lain. jika kita ingin seperti dia maka belajarlah dari dirinya dan pengalamannya.

Itulah tujuh pesan dari Arkad dalam buku “The Richest man in Babylon”. Sumber inspirasi, diperuntukan bagi mereka yang ingin merubah garis tangannya. Selamat mencoba dan jangan lupa membenteng harta kita dengan zakat dan sedekah sebagaimana termaktub dalam hadis Rasulullah Saw,




Artinya: Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan Bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.
(Hadis Riwayat: Imam Ath-Thabrani)
By Eiyars

Niat Kita Sama Kawan !!!





Pujian dan kesyukuran hanya untuk Allah Swt semata sehingga bisa mengisi halaman kompasiana saya. Meskipun isi tulisan masih jauh dari kata sempurna, tapi insya Allah ini adalah bagian dari proses pembelajaran. Tak bisa dipungkiri saat ini, sepakbola memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat dunia. Olahraga yang bisa dinikmati oleh semua kalangan ini bukan hanya menghadirkan tontonan yang menarik diatas lapangan rumput namun lebih dari itu merupakan lahan bisnis khususnya bagi para konglomerat berduit. Disini penulis tak akan berpanjang lebar dalam membahas sepak bola. Penulis hanya ingin menghadirkan sebuah wacana pengaruh kekuatan sepakbola di kalangan aktivis muda penuntut ilmu.


Kira-kira seminggu yang lalu di Kekeluargaan saya ada acara silaturrahim dengan tamu dari Indonesia. Kebetulan saat itu saya mengajak beberapa sahabat saya untuk hadir dalam acara tersebut, namun dengan berbagai alasan mereka tidak bisa menyanggupi untuk hadir. Setelah diselidiki ternyata ada jadwal bola dan yang main adalah klub kesayangan mereka. Contoh lain ketika acara-acara formal seperti bimbingan belajar, seminar-seminar keilmuan, diskusi keislaman yang sangat sarat akan manfaat harus rela dikorbankan hanya untuk pertandingan 2×45 menit tersebut. Apakah ini yang dikatakan mahasiswa? ketika kehadiran mereka dituntut untuk meramaikan bangku-bangku kuliah, eh,,,malah duduk santai berteriak lantang di kafe-kafe layaknya penonton di tribun sepakbola.


Dua contoh di atas adalah kondisi betapa lemahnya kaum muda kita menghadapi kondisi kehidupan sekarang. Sekedar perbandingan dengan kaum muda zaman awal islam disana berdiri Zubair bin Awam Ra. di usianya yang masih 15 tahun sudah menyibukkan diri dengan aktivitas dakwah, Ali bin Abi Thalib Ra. usia 10 tahun sudah berani mengorbankan nyawanya demi kepentingan Islam, Zaid bin tsabit Ra. sempat tersedu-sedu menangis sebelum dihibur ibunya Nawar binti Malik. Pada saat itu Zaid kecil menghadap Rasulullah untuk ikut dalam perang Badar dimana pedang yang ia bawa lebih tinggi dari tubuhnya, kemudian Rasulullah menyuruhnya pulang. Subhanallah mereka semua adalah pilar-pilar Islam tak ternilai harganya. Usia boleh dibawah tapi cita-cita setinggi bintang di langit. Para pejuang kecil yang sudah memikirkan rencana besar, cita-cita yang agung. Anak zaman sekarang ,,,? jangan tanyakan…! Usia 10 tahun paling baru tamat SD masih minta jajan sama orangtua, atau masih ada yang di nina bobokan. Usia 15 tahun masih sibuk ngurus stik playstation. Okelah nama kita tidak akan seharum mereka tapi kita masih bisa mengais hikmah dari episode kehidupan mereka. Sudah saatnya kita anak muda zaman ini bangun, bangkit dari tidur. Sesungguhnya Kita belum mati tapi hanya tertidur dan butuh orang yang membangunkan dan cukuplah pahlawan cilik generasi awal yang membangunkan kita.


Kembali ke tema awal, dari sini penulis melihat ada beberapa faktor yang menjadikan anak muda zaman ini tidak se-produktif dan cenderung tergiur  keindahan zaman modern:


Pertama, Tidak ada tanggung jawab pribadi sebagai thallabul ilmi

Anak zaman ini harus lebih memahami eksistensi mereka, bahwa kehidupan ini tidak hanya sekarang, masih ada hari esok. Dan salah satu solusi itu adalah tanggung jawab untuk senantiasa selalu mengisi diri ini dengan ilmu, belajar tumbuhkan minat baca. Adalah kemaksiatan ketika seorang penuntut ilmu tidak belajar. Bagaimana mereka menjadi pilar-pilar perubahan di masa depan sementara diri mereka kosong. Seorang tidak akan mampu berkontribusi terhadap sesuatu kecuali dia memiliki keahlian pribadi. Dan semua itu diperoleh dengan belajar.


Kedua, Salah Prioritas

Kalau saja para aktivis mahasiswa sadar akan tugas tugas mereka maka kejadian seperti contoh diatas insya Allah tak akan terjadi lagi. Salah memilih prioritas akan berakibat fatal dalam kehidupa kita. Prioritas penuntut ilmu adalah dengan belajar, menghadiri kuliah, seminar, dan khalaqah-khalaqah ilmu yang lain. Bukan berasyik masyuk dengan tontonan sepak bola. Karena prioritas kita disini adalah menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan bukan menonton bola sebanyak banyaknya. Bukan begitu kawan seperjuangan,,,?


Ketiga, Miskin akan suri tauladan dan lingkungan yang tidak bersahabat

Tatkala seseorang telah memiliki idola yang layak dijadikan panutan, maka dengan sendirinya dia akan mengikuti gaya dari idolanya tadi. Tapi anehnya anak muda sekarang lebih mengidolakan para pemain sepak bola semisal Critiano Ronaldo, Lionel Messi, David Beckham, Ronaldinho. Sehingga jangan heran kalau cara berpakaian dan gaya rambutnya di cocok-cocokan dengan idolanya. Ada lagi yang mengikuti tokoh-tokoh band terkenal, Ketika ditanya apa alasannya adalah anak “funky”. Kalau tidak mengikuti mereka katanya termasuk anak ketinggalan zaman. Naudzubillah meski pribadi mereka punya nilai kebaikan tapi disana ditempat lain ada yang lebih pantas. Rasulullah harus dijadikan contoh suri teladan bagi kita semua, para pejuang cilik awal islam mereka yang lebih pantas untuk diteladani. Bagi para aktivis mahasiswa disana ada Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Bukhari, Imam Muslim dan masih banyak lagi ulama-ulama besar lain. Merka adalah penuntut ilmu sejati tak sedikit waktu, tenaga, bahkan harta yang mereka korbankan, nah kita,,,? Mau baca satu halaman buku saja sudah ngantuk padahal kita tinggal membaca karya-karya dari proses panjang penulisan mereka.


Di samping itu, kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap kita. Ketika kita dikelilingi oleh pegiat ilmu maka insya Allah seluruh kegiatan kita akan berorientasi pada pengembangan skil belajar kita, adanya minat baca dan rasa keingin tahuan yang tinggi. Namun ketika kita berada di komunitas yang lebih mementingkan hura-hura, asal hidup senang maka tidak ada ujung dari cerita kita selain kerugian dan penyesalan.


Akhirnya, sebelum saya mengakhiri tulisan ini mari kawan sama-sama kembali ke niat awal kita di negeri kinanah ini. BELAJAR,,,!!! berani katakan “YA” untuk belajar dan hal-hal yang bermanfaat dan katakan “TIDAK” untuk bermain dan hal-hal yang membuang-buang waktu. Di sana di Indonesia mereka menanti kita. Begitu besar harapan dan amanah yang dipikulkan di pundak kita, namun harus yakin bahwa kita bisa dan tidak ingin mengecewakan mereka semua. Pastikan air mata mereka tidak akan sia-sia !.
Salam damai buat kawan seperjuangan yang akan imtihan Azhar. Insya Allah kita semua termasuk orang-orang najahiin. Amien…. :-)

Tulisan ini pernah dimuat di Kompasiana tanggal 23 April 2010

By: Eiyars

Tangisan Palestina..

Disana…
Di sudut dunia..
Tak terlihat ……
Dimanakah kedamaian…
Dimanakah ketentraman ..
Dimanakah keadilan …

Yang terlihat hanyalah penganiayaan demi penganiayaan …
Dari Fajar muncul hingga menyingsing…
Suara dentuman bom..Tak jua menemui titik akhir…
Hanya pekikan dan tangisan manusia tak berdosa yang menghiasi suasana itu..

Sungguh ! Israel Terkutuk !!
Kau telah Merampas hak hidup beribu-ribu..warga Palestina..
Anak kecil kau jadikan korban kebiadabanmu..
Kau bunuh mereka dengan nuklirmu..
Kau rampas indahnya masa kecil mereka….!

Sungguh Israel terlaknat..
Kau hempaskan rudalmu ke bumi suci palestina
Kau hancur luluhkan bumi palestina..
Tak puaskah engkau melihat semua itu..??!
Tak puaskah engkau hancurkan masa depan pemuda-pemuda palestina..
Tak puaskah ??

Sungguh kejam kau Israel..
Sungguh murka Allah padamu !!
Dimanakah Engkau Dunia…
Mengapa engkau diam saja..
Melihat pembantaian manusia tak berdosa..

Dimanakah pintu hatimu..
Tak terketukkah melihat itu semua ??
Dimanakah hati nurani …
Dimanakah kata Menjunjung tinggi HAM..

Mengapa, kata tersebut tidak berlaku untuk bumi Pelestina ?? Mengapa ?
Hanya Keyakinan pada Allahlah yang membuat mereka kuat menghadapi semua itu.
Langit dan bumi menjadi saksi bisu atas perjuangan mereka,,,,
Merekalah..pejuang sejati..
Yang kelak dapatkan gelar terbaik di akhirat nanti…yaitu
gelar syuhada…

Itulah balasan yang pantas buat mereka..
Wahai para pejuang sejati,..
Allahu akbar.. !!

by : ayiears
Alhamdulillah wa syukru lillah bisa mengisi halaman kompasiana saya. Meskipun isi tulisannya masih jauh dari kata sempurna, tapi insya Allah ini adalah bagian dari proses pembelajaran. Tak bisa dipungkiri saat ini, sepak bola memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat dunia. Olahraga yang bisa dinikmati oleh semua kalangan ini bukan hanya menghadirkan tontonan yang menarik diatas lapangan rumput namun jauh dari itu merupakan lahan bisnis khususnya bagi para konglomerat berduit. Disini penulis tak akan berpanjang lebar dalam membahas sepak bola. Penulis hanya ingin menghadirkan sebuah wacana pengaruh kekuatan sepakbola di kalangan aktivis muda penuntut ilmu. Kira-kira seminggu yang lalu di Kekeluargaan saya ada acara silaturrahim dengan tamu dari Indonesia. Kebetulan saat itu saya mengajak beberapa sahabat saya untuk hadir dalam acara tersebut, namun dengan berbagai alasan mereka tidak bisa menyanggupi untuk hadir. Setelah diselidiki ternyata ada jadwal bola dan yang main adalah klub kesayangan mereka. Contoh lain ketika acara-acara formal seperti bimbingan belajar, seminar-seminar keilmuan, diskusi keislaman yang sangat sarat akan manfaat harus rela dikorbankan hanya untuk pertandingan 2×45 menit tersebut. Apakah ini yang dikatakan mahasiswa? Ketika kehadiran mereka dituntut untuk meramaikan bangku-bangku kuliah,eh,,,malah duduk santai berteriak lantang di kafe-kafe layaknya penonton di tribun sepakbola. Dua contoh di atas adalah kondisi betapa lemahnya anak muda kita menghadapi kondisi kehidupan sekarang. Sekedar perbandingan dengan anak-anak muda zaman awal islam disana berdiri Zubair bin awam pada usianya yang masih 15 tahun sudah menyibukkan diri dengan aktivitas dakwah, Ali bin abi thalib usia 10 tahun sudah berani mengorbankan nyawanya demi kepentingan Islam, Zaid bin tsabit sempat tersedu-sedu menangis sebelum dihibur ibunya Nawar binti Malik. Pada saat itu Zaid kecil menghadap Rasulullah untuk ikut dalam perang Badar dimana pedang yang ia bawa lebih tinggi dari tubuhnya, kemudian rasulullah menyuruhnya pulang. Subhanallah mereka semua adalah pilar-pilar Islam tak ternilai harganya. Usia boleh dibawah tapi cita-cita setinggi bintang di langit. Para pejuang kecil yang sudah memikirkan rencana besar, cita-cita yang agung. Anak zaman sekarang ,,,,? Jangan tanyakan…! Usia 10 tahun paling baru lulus SD masih minta jajan sama orang tua, atau masih ada yang di nina bobokan. Usia 15 tahun masih sibuk ngurus stik playstation. Okelah nama kita tidak akan seharum mereka tapi kita masih bisa mengais hikmah dari episode kehidupan mereka. Sudah saatnya kita anak muda zaman ini bangun, bangkit dari tidur. Sesungguhnya Kita belum mati tapi hanya tertidur dan butuh orang yang membangunkan dan cukuplah pahlawan cilik generasi awal yang membangunkan kita. Kembali ke tema awal, Saya melihat ada beberapa faktor yang menjadikan anak muda zaman ini tidak produktif dan cenderung terbawa oleh keindahan zaman modern: 1. Tidak ada tanggung jawab pribadi sebagai thallabul ilmi Anak zaman ini harus lebih memahami eksistensi mereka, bahwa kehidupan ini tidak hanya sekarang, masih ada hari esok. Dan salah satu solusi itu adalah tanggung jawab untuk senantiasa selalu mengisi diri ini dengan ilmu, belajar tumbuhkan minat baca. Adalah kemaksiatan ketika seorang penuntut ilmu tidak belajar. Bagaimana mereka menjadi pilar-pilar perubahan di masa depan sementara diri mereka kosong. Seorang tidak akan mampu berkontribusi terhadap sesuatu kecuali dia memiliki keahlian pribadi. Dan semua itu diperoleh dengan belajar.  2. Salah Prioritas Kalau saja para aktivis mahasiswa sadar akan tugas tugas mereka maka kejadian seperti contoh diatas insya Allah tak akan terjadi lagi. Salah memilih prioritas akan berakibat fatal dalam kehidupa kita. Prioritas penuntut ilmu adalah dengan belajar, menghadiri kuliah, seminar, dan khalaqah-khalaqah ilmu yang lain. Bukan berasyik masyuk dengan tontonan sepak bola. Karena prioritas kita disini adalah menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan bukan menonton bola sebanyak banyaknya. Bukan begitu kawan seperjuangan,,,,? 3. Miskin akan suri tauladan dan lingkungan yang tidak bersahabat Tatkala seseorang telah memiliki seseorang yang layak dijadikan panutan, maka dengan sendirinya dia akan mengikuti gaya dari panutannya tadi. Tapi anehnya anak muda sekarang lebih mengidolakan para pemain sepak bola semisal Critiano Ronaldo, Lionel Messi, David Beckham, Ronaldinho sehingga cara berpakaian dan gaya rambutnya di cocok-cocokan dengan idolanya. Ada lagi yang mengikuti tokoh-tokoh band terkenal, Ketika ditanya apa alasannya adalah anak funk. Kalau tidak mengikuti mereka katanya termasuk anak ketinggalan zaman. Naudzubillah meski pribadi mereka punya nilai kebaikan tapi disana ditempat lain ada yang lebih pantas. Rasulullah harus dijadikan contoh suri teladan bagi kita semua, para pejuang cilik awal islam mereka yang lebih pantas untuk ditauladani. Bagi para aktivis mahasiswa disana ada imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Bukhari, Imam Muslim dan masih banyak lagi ulama-ulama besar lain. Merka adalah penuntut ilmu sejati tak sedikit waktu, tenaga, bahkan harta yang mereka korbankan, nah kita,,,? Mau baca satu halaman buku saja sudah ngantuk padahal kita tinggal membaca karya-karya dari proses panjang penulisan mereka. Di samping itu, kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap kita. Ketika kita dikelilingi oleh pegiat ilmu maka insya allah seluruh kegiatan kita akan berorientasi pada pengembangan skil belajar kita, adanya minat baca dan keingin tahuan yang tinggi. Namun ketika kita berada di komunitas yang lebih mementingkan hura-hura, asal hidup senang maka tidak ada ujung dari cerita kita selain kerugian dan penyesalan. Akhirnya, sebelum saya mengakhiri tulisan ini mari kawan sama-sama kita kembali ke niat awal kita di negri kinanah ini. BELAJAR,,,!!! berani katakan “YA” untuk belajar dan hal-hal yang bermanfaat dan katakan “TIDAK” untuk bermain dan hal-hal yang membuang-buang waktu. Di sana di Indonesia mereka menanti kita. Begitu besar harapan dan amanah yang dipikulkan di pundak kita, namun harus yakin bahwa kita bisa dan tidak ingin mengecewakan mereka semua. Pastikan air mata mereka tidak akan sia-sia!!! Salam damai buat kawan seperjuangan yang sebentar lagi akan ujian Azhar. Insya Allah kita semua najah. Amien…. :-)